forgive you as HE forgive me...??
Somehow, yang namanya manusia selalu aja ada perasaan kurang puas, yang selanjutnya timbul rasa penyesalan menghinggapi diri, bahkan roh...jiwa..
Ketika mencoba untuk me-review apa-apa saja yang pernah saya lalui dalam kehidupan di dunia ini, terus terang ada beberapa penyesalan kenapa saya harus melewati hal-hal yang menurut saya saat ini...mmm...pait banget.. Termasuk kenapa harus bertemu dengan orang-orang (di masa lalu) yang menciptakan penyesalan saat ini...
Tapi saya meyakini bahwa Sang Empunya Kehidupan memang mengijinkan segala sesuatu tersebut terjadi, termasuk dimana saya harus bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang saya maksud itu. Itulah proses. Disadari atau tidak, karya penyelamatan Tuhan terjadi dalam interaksi yang telah terjadi tersebut, even sebagai seorang manusia..masalah-masalah tersebut terasa sangat berat untuk dijalani. Believe it or not, dan saya memilih untuk percaya, pertemuan kita dengan seseorang walau hanya sekejap waktu pun, akan memberi perubahan, warna dan dampak tersendiri pada proses kehidupan kita selanjutnya. Dalam novel karangan Mitch Albom : The Five People You Meet in Heaven, bahkan ada "orang-orang yang ngga penting" menurut kita, ternyata memberi dampak (sometimes luar biasa) pada kehidupan kita dan tentu saja kehidupan orang tersebut. Sayangnya hal itu baru kita sadari saat perjalanan kita menuju kediaman abadi, saat orang-orang tersebut hadir secara khusus untuk memberitahu apa saja yang telah terjadi dalam proses kehidupan yang tidak kita sadari saat kita berada di dunia. It's just story. Yang saya percaya adalah memang demikianlah Tuhan menghendaki setiap peristiwa dalam rangka karya penyelematan-Nya terjadi melalui orang lain. Tidak peduli peristiwa tersebut adalah masalah untuk kita, tidak peduli pada akhirnya kita benci pada orang-orang yang terlibat proses tersebut. Dan inilah karya penyelamatan Tuhan yang akan terjadi pada diri saya : PROSES MEMAAFKAN.
"Ampunilah kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami..."Frankly speaking, it's not easy to do than to say.. Harus dimulai berdamai dengan diri sendiri, memaafkan diri sendiri, baru kemudian memaafkan orang lain. Dan itu butuh waktu....
"Percobaan-percobaan yang kamu alami ialah percobaan-percobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10 : 13)
Ketika mencoba untuk me-review apa-apa saja yang pernah saya lalui dalam kehidupan di dunia ini, terus terang ada beberapa penyesalan kenapa saya harus melewati hal-hal yang menurut saya saat ini...mmm...pait banget.. Termasuk kenapa harus bertemu dengan orang-orang (di masa lalu) yang menciptakan penyesalan saat ini...
Tapi saya meyakini bahwa Sang Empunya Kehidupan memang mengijinkan segala sesuatu tersebut terjadi, termasuk dimana saya harus bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang saya maksud itu. Itulah proses. Disadari atau tidak, karya penyelamatan Tuhan terjadi dalam interaksi yang telah terjadi tersebut, even sebagai seorang manusia..masalah-masalah tersebut terasa sangat berat untuk dijalani. Believe it or not, dan saya memilih untuk percaya, pertemuan kita dengan seseorang walau hanya sekejap waktu pun, akan memberi perubahan, warna dan dampak tersendiri pada proses kehidupan kita selanjutnya. Dalam novel karangan Mitch Albom : The Five People You Meet in Heaven, bahkan ada "orang-orang yang ngga penting" menurut kita, ternyata memberi dampak (sometimes luar biasa) pada kehidupan kita dan tentu saja kehidupan orang tersebut. Sayangnya hal itu baru kita sadari saat perjalanan kita menuju kediaman abadi, saat orang-orang tersebut hadir secara khusus untuk memberitahu apa saja yang telah terjadi dalam proses kehidupan yang tidak kita sadari saat kita berada di dunia. It's just story. Yang saya percaya adalah memang demikianlah Tuhan menghendaki setiap peristiwa dalam rangka karya penyelematan-Nya terjadi melalui orang lain. Tidak peduli peristiwa tersebut adalah masalah untuk kita, tidak peduli pada akhirnya kita benci pada orang-orang yang terlibat proses tersebut. Dan inilah karya penyelamatan Tuhan yang akan terjadi pada diri saya : PROSES MEMAAFKAN.
"Ampunilah kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami..."Frankly speaking, it's not easy to do than to say.. Harus dimulai berdamai dengan diri sendiri, memaafkan diri sendiri, baru kemudian memaafkan orang lain. Dan itu butuh waktu....
"Percobaan-percobaan yang kamu alami ialah percobaan-percobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10 : 13)
Comments