My Revolutionary Love
Awalnya saya cuma berkhayal sebelum tidur. Bertanya-tanya pada Tuhan melalui pikiran, tulang rusuk siapakah aku ini? Hihi...jadi senyum-senyum sendiri. Never get the answer 'till everything will happen.. Dan biarlah itu menjadi teka-teki bagi saya, rasanya asik aja, seperti mengisi TTS...hehehe... Ada yang saya tau jawabannya dan beberapa lagi belum tau..berapa hurufkah nama jodoh saya kelak? :)
Apa sih jodoh itu? Jawaban secara ilmu apakah yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan pasti? Swear, saya ngga tau, adakah yang bisa memberi tau? Secara woman's magazine yang pernah saya baca, he's the one if.....(so many words can fill this blank) salah satunya adalah adanya chemistry.. Hah?? Hari gini pula masih percaya chemistry? :) ----> saya ngga tau gimana menggambarkan icon tersenyum kecut..
So...Kalau ada jodoh, kenapa harus ada divorce?
Kalau ada cinta sejati, kenapa harus ada cinta tak terbalas?
Banyak loh, sempat saya pikirkan satu persatu teman-teman saya yang mengalami cinta tak terbalas. Ketika si A mencintai si B, ternyata si B mencintai si C. Padahal si C belom tentu suka dengan si B. Dan si A sendiri sebenernya dicintai oleh si D. Ah, bingung... Beberapa menyerah pada keadaan, memilih mencintai orang lain karena dikejar usia dan tentunya dikejar-kejar tuntutan orang tua...hehe.. Atau memang harus demikiankah? Melupakan cinta sejatinya dan bertarung menghadapi realita? Atau justru itu namanya berdamai dengan realita? Any idea?
Saya emang suka mengkritik, lebih sadis lagi mencemooh hehe..(lebih karena sometime saya ngga percaya sesuatu hal bisa terjadi) sampai saya pikir-pikir dan rasakan, saya mengalami sendiri yang namanya cinta tak terbalas itu...haha.. Untuk alasan apa saya mencintai dia, sesungguhnya saya ngga tau pasti. I just can't take my eyes of him. Tapi ada temen yang bilang, something happens for reasons. Yup! Tapi daripada saya mencari-cari jawaban, lebih baik mencari solusi. Saya tidak akan menyerah pada keadaan yang dikondisikan pada usia dan tuntutan orang lain. Dan saya ngga mau munafik dengan membuang perasaan dan harapan itu jauh-jauh, karena jujur I'm still in love with him...(hmm...cukup romantis dan representatif kah kata-kata saya? :-) :p)
Saya hanya sedang belajar memproses diri untuk mengalami cinta yang revolusioner : cinta tak terbatas (unlimited love) dan cinta tak bersyarat (unconditional love).
It's not difficult, and not easy at once.
Apa sih jodoh itu? Jawaban secara ilmu apakah yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan pasti? Swear, saya ngga tau, adakah yang bisa memberi tau? Secara woman's magazine yang pernah saya baca, he's the one if.....(so many words can fill this blank) salah satunya adalah adanya chemistry.. Hah?? Hari gini pula masih percaya chemistry? :) ----> saya ngga tau gimana menggambarkan icon tersenyum kecut..
So...Kalau ada jodoh, kenapa harus ada divorce?
Kalau ada cinta sejati, kenapa harus ada cinta tak terbalas?
Banyak loh, sempat saya pikirkan satu persatu teman-teman saya yang mengalami cinta tak terbalas. Ketika si A mencintai si B, ternyata si B mencintai si C. Padahal si C belom tentu suka dengan si B. Dan si A sendiri sebenernya dicintai oleh si D. Ah, bingung... Beberapa menyerah pada keadaan, memilih mencintai orang lain karena dikejar usia dan tentunya dikejar-kejar tuntutan orang tua...hehe.. Atau memang harus demikiankah? Melupakan cinta sejatinya dan bertarung menghadapi realita? Atau justru itu namanya berdamai dengan realita? Any idea?
Saya emang suka mengkritik, lebih sadis lagi mencemooh hehe..(lebih karena sometime saya ngga percaya sesuatu hal bisa terjadi) sampai saya pikir-pikir dan rasakan, saya mengalami sendiri yang namanya cinta tak terbalas itu...haha.. Untuk alasan apa saya mencintai dia, sesungguhnya saya ngga tau pasti. I just can't take my eyes of him. Tapi ada temen yang bilang, something happens for reasons. Yup! Tapi daripada saya mencari-cari jawaban, lebih baik mencari solusi. Saya tidak akan menyerah pada keadaan yang dikondisikan pada usia dan tuntutan orang lain. Dan saya ngga mau munafik dengan membuang perasaan dan harapan itu jauh-jauh, karena jujur I'm still in love with him...(hmm...cukup romantis dan representatif kah kata-kata saya? :-) :p)
Saya hanya sedang belajar memproses diri untuk mengalami cinta yang revolusioner : cinta tak terbatas (unlimited love) dan cinta tak bersyarat (unconditional love).
It's not difficult, and not easy at once.
Comments