trouble maker : pria beristri

Saya, ingin bertanya-tanya pada sang pria..
Kalau kamu menikah karena cinta, kenapa harus ada selingkuhan? Oh maaf, ganti istilah, teman tapi mesra..

Saya mengira-ngira jawabannya..
Ngga tau juga. Terjadi begitu saja. Dia tampak menarik dalam senyum dikulum dan tatapan menggodanya. Lagipula istriku sedang galak-galaknya setelah 8 tahun pernikahan kami. Dan dia hadir bagai oase. Sejuk, menyegarkan (birahiku).

Saya bicara bergumam..
Dasar laki-laki! Kita lihat nanti setelah istrimu ngga galak lagi..

Saya ingin bertanya pada si wanita..
Apa untungnya mencintai pria beristri? Sampai kapan mau menunggunya to say will you marry me? Unlimited time, never ending job...

Saya mengira-ngira jawabannya...
Dia sudah menikmati tubuhku (dan aku juga suka itu). Dia sumber dana yang bisa diharapkan saat dompet sudah menipis. Dan sepertinya dia belahan jiwaku. Akan kutunggu tanpa batas waktu, dengan resiko apapun.

Saya bicara dengan jelas...
Bodohnya wanita. Sex bukan berarti cinta, lebih-lebih uang, sama sekali bukan cinta. Hidup hanya sekali, lebih baik mencintai diri sendiri. Dan mencintai ayah-ibu mu sepenuh hati, dengan tidak mengoyak hatinya bila tau kau lakukan ini.

Ada yang mengatakan begini, momen jatuh cinta seperti ketika mata kita disorot oleh suatu sinar, yang tampak hanya terangnya..bukan sisi gelapnya. Hanya orang lain yang bisa tau sisi gelap itu, dan memberi tahukannya kepadamu. Dalam roman yang sedang kau jalin, ada seorang istri yang berdoa kusyuk setiap malam demi mempertahankan suatu mahligai dan mimpi indah anak-anaknya.

Berdoalah terus, untuk suatu pencerahan dalam dirimu... dan tentu saja, kubawa kau selalu dalam doaku..karena hidupmu sangatlah berharga...

Comments

Popular Posts