HIS time is the most beautiful time
Akhir-akhir ini saya banyak berpikir tentang banyak hal..
Terutama mendekati masa adven, awal tahun liturgi baru, sekaligus masa dimana seharusnya saya mempersiapkan diri dalam menyambut kelahiran Sang Penyelamat. Tapi justru saya merasa amat sangat malas untuk menerima sakramen tobat, padahal itu saya percayai sebagai suatu rahmat Tuhan yang sungguh besar..... Setelah sempat sharing dengan seorang sahabat, dia khawatir saya mengalami krisis iman. Ah, semoga enggak....
Dan pada akhirnya saya mengucap syukur pada Tuhan, karena gara-gara sepotong dari sms yang dikirimnya, cukup menguatkan saya bahkan dalam beberapa hal. Katanya sakramen adalah suatu tanda dimana kehadiran Tuhan ada. Iya, saya juga udah tau, tapi entah .. kalimat itu membuat saya berpikir, dan bisa menghela nafas....oh, everything is gonna be ok..
Jadi kalau kemarin-2 saya sempat ngga tau harus jawab apa akan pertanyaan dari berbagai pihak (seringnya adalah pihak yang tidak berkepentingan) kapan saya akan menikah.. Sekarang saya memang tetap akan menjawab pertanyaan itu dengan katawa-ketiwi saja (seenggaknya ketawa saya gak terpaksa lagi), dan dengan penuh keyakinan bahwa PERNIKAHAN dalam agama saya anut adalah juga salah satu SAKRAMEN, maka adalah hak Tuhan kapan saja akan memberikan kehadirannya untuk saya (kami lebih tepatnya). Dan bukan hak orang lain untuk mendesak (sekalipun hanya dengan pertanyaan saja) kapan saya harus menikah, sebab SAAT itu adalah rencana Tuhan, yang tidak akan bisa saya target dengan ukuran waktu manusia.
It's true, isn't?
Terutama mendekati masa adven, awal tahun liturgi baru, sekaligus masa dimana seharusnya saya mempersiapkan diri dalam menyambut kelahiran Sang Penyelamat. Tapi justru saya merasa amat sangat malas untuk menerima sakramen tobat, padahal itu saya percayai sebagai suatu rahmat Tuhan yang sungguh besar..... Setelah sempat sharing dengan seorang sahabat, dia khawatir saya mengalami krisis iman. Ah, semoga enggak....
Dan pada akhirnya saya mengucap syukur pada Tuhan, karena gara-gara sepotong dari sms yang dikirimnya, cukup menguatkan saya bahkan dalam beberapa hal. Katanya sakramen adalah suatu tanda dimana kehadiran Tuhan ada. Iya, saya juga udah tau, tapi entah .. kalimat itu membuat saya berpikir, dan bisa menghela nafas....oh, everything is gonna be ok..
Jadi kalau kemarin-2 saya sempat ngga tau harus jawab apa akan pertanyaan dari berbagai pihak (seringnya adalah pihak yang tidak berkepentingan) kapan saya akan menikah.. Sekarang saya memang tetap akan menjawab pertanyaan itu dengan katawa-ketiwi saja (seenggaknya ketawa saya gak terpaksa lagi), dan dengan penuh keyakinan bahwa PERNIKAHAN dalam agama saya anut adalah juga salah satu SAKRAMEN, maka adalah hak Tuhan kapan saja akan memberikan kehadirannya untuk saya (kami lebih tepatnya). Dan bukan hak orang lain untuk mendesak (sekalipun hanya dengan pertanyaan saja) kapan saya harus menikah, sebab SAAT itu adalah rencana Tuhan, yang tidak akan bisa saya target dengan ukuran waktu manusia.
It's true, isn't?
Comments