LIFESTYLE
Seorang teman (cowok) berkunjung ke rumah untuk mengembalikan DVD-DVD serial Sex & The City, sembari menyodori suatu majalah berukuran folio, 16 halaman, interaktif, warna-warni, GRATIS pula, karena masih launch edisi perdana, katanya dia cetak 3000 untuk disebar ke Joglosemar. Sambil saya liat-2 isinya, saya tanya apa konsep majalah baru ini? Singkat, Life Style..katanya. Udah keliatan sih, cuma pengen penegasan aja.
Sebenernya hampir banyak majalah-majalah serupa. Isinya seputar teknologi baru, info tempat nongkrong, event-event hiburan, musik, fashion, sport dan sejenisnya. Sepertinya demikianlah manusia jaman sekarang mendefinisikan lifestyle... sehingga teman saya merasa perlu untuk membuat suatu media informasi bagi para kaum urban yang mendefinisikan lifestyle seperti yang sudah saya sebut diatas.
[Demikian sempitnya makna lifestyle diejawantahkan..]
Bahkan menurut sebagian besar teman-2 (cowok) saya, smoking is one of a lifestyle, dan cewek merokok adalah seksi... Hah? Seksi darimana? Baru kena asapnya aja saya udah uring-uringan.. jadi mending saya nggak dibilang seksi daripada harus menghadapi penyesalan seumur hidup..
Yaah biar gimana juga tiap orang berhak untuk punya lifestyle dalam definisinya masing-2, dan saya nggak perlu bilang lifestyle saya benar dan dia salah atau sebaliknya. Sekali lagi, benar dan salah itu kan relatif. Lifestyle is choice. Maka silakan aja anda merokok, tapi saya memilih untuk enggak dan jauh-2 dari para perokok. Silakan saja anda hang out di cafe tiap malam untuk melepas kepenatan, tapi saya memilih pulang ke rumah sesegera mungkin.... kasur empuk saya sudah menanti...hehe...
Dan menjadi tantangan bagi saya sebagai anak-Nya, bagaimana lifestyle saya bisa menjadi garam dan terang dunia...
Sebenernya hampir banyak majalah-majalah serupa. Isinya seputar teknologi baru, info tempat nongkrong, event-event hiburan, musik, fashion, sport dan sejenisnya. Sepertinya demikianlah manusia jaman sekarang mendefinisikan lifestyle... sehingga teman saya merasa perlu untuk membuat suatu media informasi bagi para kaum urban yang mendefinisikan lifestyle seperti yang sudah saya sebut diatas.
[Demikian sempitnya makna lifestyle diejawantahkan..]
Bahkan menurut sebagian besar teman-2 (cowok) saya, smoking is one of a lifestyle, dan cewek merokok adalah seksi... Hah? Seksi darimana? Baru kena asapnya aja saya udah uring-uringan.. jadi mending saya nggak dibilang seksi daripada harus menghadapi penyesalan seumur hidup..
Yaah biar gimana juga tiap orang berhak untuk punya lifestyle dalam definisinya masing-2, dan saya nggak perlu bilang lifestyle saya benar dan dia salah atau sebaliknya. Sekali lagi, benar dan salah itu kan relatif. Lifestyle is choice. Maka silakan aja anda merokok, tapi saya memilih untuk enggak dan jauh-2 dari para perokok. Silakan saja anda hang out di cafe tiap malam untuk melepas kepenatan, tapi saya memilih pulang ke rumah sesegera mungkin.... kasur empuk saya sudah menanti...hehe...
Dan menjadi tantangan bagi saya sebagai anak-Nya, bagaimana lifestyle saya bisa menjadi garam dan terang dunia...
Comments