The Past Memory

Pada retret penerimaan mahasiswa baru fak.teknik undip 8 tahun yang lalu di salah satu rumah retret di bandungan-semarang, saya ikut sebagai salah satu peserta (karena wajib). Waktu itu ada kegiatan namanya Palancas (kalo ga salah). Jadi panitia bikin satu papan lumayan gede, pada papan itu ditempel banyak amplop dengan ditulisi nama-nama peserta dan panitia retret. Jadi ketika saya pengen memberi masukan, kritikan, pujian atau apapun kepada si A, maka saya cukup mengambil kertas kecil yang udah disediakan dan menuliskan sesuatu di situ, kemudian masukkan ke amplop yang bertuliskan nama si A.

Begitulah, kebanyakan memberi pujian atas suara saya waktu nyanyi...hehe..
Ada juga yang protes karena saya kalo ngomong terlalu tegas dan to the point (masa sih?)
Dan, ada satu yang beda, karena dia mengirimi saya pesan singkat..(kertas kecil itu masih saya simpan sampai sekarang)

"30 mawar terkulai dihadang awan suci..."
...(ada satu baris lagi tp lupa)

Apa sih maksudnya? Ada yang tau? Saya pikir waktu itu, ih sok puitis amat sih nih orang.. :P
Then, apa maksud dari pesan singkatnya itu baru terkuak 1 tahun kemudian.... Huh, bodohnya saya... Dan itu jadi satu penyesalan sampai saat ini, karena kenaifan saya!

Tapi saya sadar bahwa saya enggak boleh hidup dalam penyesalan-2 masa lalu, life must go on..
Even kata hati emang enggak bisa dibohongi... :) dan biarlah kertas kecil itu selalu saya simpan sampai rusak dimakan waktu dengan sendirinya...

Comments

Anonymous said…
PF. Blogmu manis sekali. Ehm ... jd penasaran neh .... apa arti tulisan-tulisan yg bikin u nyesel itu?
felischamber said…
Forget it tentang penyesalan itu. Saya musti struggle untuk kehidupan saat ini bukan? Dan mungkiiin, selalu masih ada waktu untuk menebus setiap penyesalan.. :)
Anonymous said…
WAYO!

Popular Posts