IDEALISME

Memang susah hidup dengan idealisme di jaman sekarang ini. Satu pengalaman saya alami, bisa dibilang bad story. Pada dasarnya saya seorang yang nggak terlalu idealis, biasa-biasa aja (itu menurut saya sendiri loh) karena masih banyak temen-2, saudara-2 yang sedemikian keukeuh dengan idealisme mereka.

Sampai suatu saat saya merasa terhina sebagai seorang calon karyawan dengan identitas WNI, dan sangat tersinggung ketika apa yang menjadi keyakinan saya akan penyelenggaraan Tuhan dalam hidup saya diserang dengan komentar-2 tajam oleh orang-2 yang mungkin ATHEIS... sebab saya pikir kalau dia juga mengakui adanya eksistensi Tuhan dalam kehidupan ini, so tidak akan mungkin keluar komentar seperti itu.

Pada saat itu, mungkin 75% energi yang saya keluarkan adalah reaksi dari emosional. Tapi setidaknya saya sempat menggunakan rasio dengan sisa 25% energi yang saya miliki bahwa ada satu hal yang harus saya pertahankan dalam situasi seperti ini, yaitu IDEALISME.
TUHAN adalah nomor 1 dalam hidup saya, nothing can change it. Sehingga saya tidak akan pernah mau menyerah begitu saja pada para pemilik modal dalam era industrialisasi ini. Sekalipun saya dibayar mahal, tapi kalau keyakinan saya diotak-atik, saya memilih untuk tidak menerima bayaran mahal itu. Hidup saya bukan untuk menghamba pada materi semata, tapi untuk memuliakan Tuhan.

Comments

Popular Posts