Maklum..

Pada akhirnya saya hanya bisa maklum. Mengapa siapa bisa berbuat apa. Masa lalu ternyata sungguh berperan. Siapa yg punya akar kepahitan dalam hidup yang belum terhapuskan secara sadar, berperan atas apa yg dia perankan saat ini. Dan tentu saja tanpa usaha kesadaran apakah segala sesuatu yang dilakukan saat ini bermanfaat dan berkenan bagi orang lain.

Tetiba dapat cerita yg kadar kebenarannya brp persen saya juga tidak tahu. Makanya saya sebut ini cerita, bukan fakta. Konon katanya dia punya bapak gay. Konon katanya lelaki idamannya tidak disetujui oleh si bapak shg dia lari dari rumah dan kembali ke rumah pada saat si bapak sakit dengan sudah bawa anak. Haissssh telenovela banget sih ini. Tapiii seandainya ini benar, saya menyesal kenapa saya tidak bisa memaklumi dirinya yg agak2 "abnormal" sbg seorg manusia dgn kategori baik. Semenolak2nya diri kita pada realita, yg namanya akar kepahitan masa lalu memang mempengaruhi kehidupan kita pada masa sesudahnya.

Berharap ini benar2 cerita, bukan fakta. Namun mau cerita atau fakta, pada akhirnya saya cuma bisa berkata.. MAKLUMI saja.. dan orang-orang seperti itu wajib hukumnya untuk mendapat belas kasihan. Belas kasihan dapat berwujud doa baginya supaya kehidupannya selalu baik adanya.

Comments

Popular Posts