Karena Wanita Ingin Dimengerti
ODHA, itu topik yg sudah lama sebenernya, cuman selama ini banyak yang kurang berani terbuka.
Dalam suatu hubungan halal saja, istri masih sangat sangat bisa terkena imbasnya. Walaupun ya, penyebaran virus HIV bukan melulu dari hubungan seksual, tetapi bisa melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik bergantian, dll. Bisa googling sendiri ya. Namun dikatakan beberapa sumber penyebab terbesarnya adalah hubungan seks yang beresiko.
Ironisnya yang masih sering terjadi jika kita terbuka pada umum bahwa kita adalah survivor HIV, padahal kita ini dilihat sebagai wanita baik2, orang langsung berpikir : wanita dengan kehidupan macam apa yang kita lalui. Dan jarang sekali laki2nya dilirik dengan tatapan sinis, padahal siapa juga penyebabnya.
Sungguh, jadi wanita itu banyak biayanya. Harus vaksin ini itu supaya aman. Mau nikah aja harus vaksin TT. Kemudian periksa secara berkala atas kesehatan di dalam tubuhnya. Dari payudara sampai rahim. Itu kalo ada duitnya yes. Kalo ngga ada cadangan dana untuk itu, ya sudah banyak berdoa saja. Tapi sekarang pemerintah sudah mulai berupaya agar pemeriksaan spt papsmear dapat dijangkau oleh setidaknya masyarakat kelas menengah seperti saya. Puji Tuhan. Tinggal sabar ngantrinya apa nggak.
Belum lagi sekarang ada virus HPV, yang ini penularannya bisa melalui toilet umum. Ngeri ya, laki2 mah tinggal berdiri, hajat dibuang, sentor, beres. Saya kalo pipis di toilet umum dengan model toilet duduk, saya usahakan tidak duduk nempel, jadi ya gitu deh, setengah berdiri setengah jongkok, sumpah pegel..
Belum lagi saat wanita hamil, melahirkan dan menyusui. Betapa banyak resiko yang masih harus kita hadapi. Pre eclampsia, usia kandungan yg belum mencukupi, radang saat menyusui, dsb. Belum lagi setiap bulan harus merasakan derita hormon naik turun disertai perut mules, yang mempengaruhi emosi.
Jadi, please ya, bukan mengasihani diri sebagai seorang perempuan, tapi bagi bapak-bapak para suami, please hormatilah wanita halalmu. Nggak usah berusaha macem2, "jajan di luar", atau punya pacar simpanan. Semua bisa dikomunikasikan. Kalo lagi bosen liat istrinya koq dasteran mulu, coba bawa ke mall beliin baju, beliin kosmetik, dll. Dijamin, hati istri yang bahagia akan berimbas pada servis di ranjang... eaa.. eaaa... begitu kan ya buk ibuk? 😄😄
Sumpah, sedih saya kalo denger kabar, ada temen laki2 beristri yang punya pacar simpanan, atau sesekali jajan di luar. Apa ya belum paham resiko2 yang ditanggung perempuan dalam hidupnya? Termasuk resiko sakit hati yang dibawa sampai mati.
Teruntuk kaum yang hanya mengalami kesakitan sekali dalam seumur hidup, pada saat titit kalian dipotong kulitnya : terima kasih kalau selama ini kalian paham posisi dan resiko yang ditanggung pasangan hidup kalian. Dan yang belum paham, please, berusahalah untuk paham, karena demikianlah salah satu cara untuk menghargai kaum wanita.
Dalam suatu hubungan halal saja, istri masih sangat sangat bisa terkena imbasnya. Walaupun ya, penyebaran virus HIV bukan melulu dari hubungan seksual, tetapi bisa melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik bergantian, dll. Bisa googling sendiri ya. Namun dikatakan beberapa sumber penyebab terbesarnya adalah hubungan seks yang beresiko.
Ironisnya yang masih sering terjadi jika kita terbuka pada umum bahwa kita adalah survivor HIV, padahal kita ini dilihat sebagai wanita baik2, orang langsung berpikir : wanita dengan kehidupan macam apa yang kita lalui. Dan jarang sekali laki2nya dilirik dengan tatapan sinis, padahal siapa juga penyebabnya.
Sungguh, jadi wanita itu banyak biayanya. Harus vaksin ini itu supaya aman. Mau nikah aja harus vaksin TT. Kemudian periksa secara berkala atas kesehatan di dalam tubuhnya. Dari payudara sampai rahim. Itu kalo ada duitnya yes. Kalo ngga ada cadangan dana untuk itu, ya sudah banyak berdoa saja. Tapi sekarang pemerintah sudah mulai berupaya agar pemeriksaan spt papsmear dapat dijangkau oleh setidaknya masyarakat kelas menengah seperti saya. Puji Tuhan. Tinggal sabar ngantrinya apa nggak.
Belum lagi sekarang ada virus HPV, yang ini penularannya bisa melalui toilet umum. Ngeri ya, laki2 mah tinggal berdiri, hajat dibuang, sentor, beres. Saya kalo pipis di toilet umum dengan model toilet duduk, saya usahakan tidak duduk nempel, jadi ya gitu deh, setengah berdiri setengah jongkok, sumpah pegel..
Belum lagi saat wanita hamil, melahirkan dan menyusui. Betapa banyak resiko yang masih harus kita hadapi. Pre eclampsia, usia kandungan yg belum mencukupi, radang saat menyusui, dsb. Belum lagi setiap bulan harus merasakan derita hormon naik turun disertai perut mules, yang mempengaruhi emosi.
Jadi, please ya, bukan mengasihani diri sebagai seorang perempuan, tapi bagi bapak-bapak para suami, please hormatilah wanita halalmu. Nggak usah berusaha macem2, "jajan di luar", atau punya pacar simpanan. Semua bisa dikomunikasikan. Kalo lagi bosen liat istrinya koq dasteran mulu, coba bawa ke mall beliin baju, beliin kosmetik, dll. Dijamin, hati istri yang bahagia akan berimbas pada servis di ranjang... eaa.. eaaa... begitu kan ya buk ibuk? 😄😄
Sumpah, sedih saya kalo denger kabar, ada temen laki2 beristri yang punya pacar simpanan, atau sesekali jajan di luar. Apa ya belum paham resiko2 yang ditanggung perempuan dalam hidupnya? Termasuk resiko sakit hati yang dibawa sampai mati.
Teruntuk kaum yang hanya mengalami kesakitan sekali dalam seumur hidup, pada saat titit kalian dipotong kulitnya : terima kasih kalau selama ini kalian paham posisi dan resiko yang ditanggung pasangan hidup kalian. Dan yang belum paham, please, berusahalah untuk paham, karena demikianlah salah satu cara untuk menghargai kaum wanita.
Comments